Sumber : Pocket Dentistry
Lubang gigi atau yang lebih dikenal dengan karies gigi terjadi karena adanya demineralisasi email gigi. Jika gigi terus menerus tersentuh dengan pH saliva dibawah 5,5 maka kalsium pada email gigi akan hancur sehingga struktur gigi menjadi tidak padat dan rapuh yang akhirnya menjadi lubang gigi.
Pada awalnya lubang gigi dimulai dengan titik putih berwarna seperti kapur yang lebih dikenal dengam white spot. Pada tahap ini belum terjadi lubang, namun tanda-tanda kerapuhan gigi sudah dimulai. Jika white spot tidak segera ditangani maka gigi akan berlubang menjadi karies email. Karies email adalah lubang yang terbentuk pada bagian email gigi. Karies pada bagian email tidak menimbulkan rasa sakit ataupun ngilu, karena tidak ada syaraf pada bagian email. Namun terkadang berasa sensasi ngilu jika minum dingin atau panas dikarenakan email terdiri dari rongga-rongga mikroskopik yang terhubung dengan tubulis dentin yang terdapat syaraf Tomes didalamnya.
Ketika karies sudah mencapai dentin, maka ngilu sudah mulai berasa karena pada dentin terdapat syaraf Tomes. Ngilu yang dirasakan biasnya bertahan hingga 1-2 menit.
Karies dentin yang tidak ditangani akan berlanjut menjadi karies pulpa. Pada tahap ini, sensasi sakit berdenyut secara tiba-tiba muncul. Tak jarang penderita tidak bisa tidur malam karena terganggu dengan rasa sakitnya. Di dalam pulpa selain terdapat syaraf juga terdapat pembuluh darah. Karena itu, karies pada pulpa sangat berpotensi untuk menjadi infeksi karena karies selalu membawa serta bakteri-bakteri penyebabnya. Karies pulpa yang terinfeksi sangat mudah bernanah atau abses. Pada tahap ini, perawatan gigi untuk mempertahankan "kehidupan" gigi sudah sangat kecil. Yang tersisa adalah bagaimana mempertahankan gigi yang sudah mati ini tetap bisa bertahan selama mungkin di ronggga mulut.

0 Response to "Perkembangan lubang gigi"
Post a Comment