Peran Sektor Kesehatan Gigi dalam Peningkatan akses pelayanan kesehatan dan gizi yang berkualitas bagi ibu dan anak

http://www.bangfad.com/bersama-untan-membangun-negeri.html


Kesehatan gigi sering kali masih diabaikan bahkan mendapatkan prioritas terbelakang dari program kesehatan. Padahal kesehatan gigi sangat penting untuk mendapatkan kesehatan umum dan asupan gizi yang berkualitas. Selain itu, mahalnya perawatan kesehatan gigi seringkali membuat penderita  lebih memilih untuk tidak merawat giginya yang sakit dan mempergunakan uangnya untuk kebutuhan lain.
Bagaimana kesehatan gigi dapat mempengaruhi kesehatan dan asupan gizi yang berkualitas? Penelitian yang dilakukan oleh Punik Mumpuni dan Ismail Setyo Pranoto () membutikan bahwa bakteri pada infeksi kronis jaringan periodontal menyebabkan insiden stroke1.
Lebih lanjut, Nurmala Sitomorang (2006) dalam pidato pengukuhan "dampak karies gigi dan penyakit periodontal terhadap kualitas hidup menyatakan bahwa karies mempunyai dampak yang luas terhadap kualitas hidup antara lain keterbatasan fungsi gigi (sulit mengunyah, makanan sangkut, pencernaan terganggu), disabilitas fisik (diet tidak memuaskan, menghindari makanan tertentu, tidak bisa menyikat gigi dengan baik), keluhan rasa sakit setiap mengunyah makanan, ngilu, sakit kepala, sakit di rahang, dan disabilitas psikis (sulit tidur, sulit berkonsentrasi, merasa malu)2.
Karena peran kesehatan gigi yang berpengaruh terhadap kesehatan umum dan gizi, maka akses pelayanan kesehatan gigi harus ditingkatkan. Adanya jaminan asuransi dari BPJS saat ini, telah sangat memungkinkan bagi setiap orang untuk mengakses pelayanan kesehatan gigi dengan biaya murah bahkan tidak berbayar pada saat perawatan. Hal ini harus dimanfaatkan oleh tenaga terapis gigi dan mulut terutama yang bekerja di Puskesmas untuk membuka kesempatan seluas-luasnya agar masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan gigi di Puskemas. 
Demikian juga yang tak kalah penting adalah vitalisasi kegiatan UKGS dan UKGM. Karena dua program memiliki kareakteristik sasaran yang tepat untuk diintervensi kegiatan promosi dan preventif kesehatan gigi. Pada 2 program ini seharusnya core kompetensi terapis gigi dan mulut berupa pelayanan asuhan kesehatan gigi dapat diterapkan dengan mudah. UKGS yang menyasar siswa-siwa sekolah dan UKGM yang menyasar pada ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita adalah sasaran dengan anggota kelompok yang relatif menetap tidak berubah. Selain itu kemudahan akses untuk tatap muka dengan para anggota juga relatif mudah. Siswa sekolah dipastikan setiap hai akan berada di sekolah. demikian juga dengan ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi dan balita, mereka memiliki waktu berkunjung yang teratur ke Posyandu sesuai dengan jadwal Posyandu mereka. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk menyusun Asuhan Kesehatan Gigi dan mulut. Dengan demikian, dengan meningkatnya akses pelayanan kesehatan gigi maka akses terhadap kesehatan dan gizi juga akan meningkat dengan sendirinya.

http://www.bangfad.com/bersama-untan-membangun-negeri.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Peran Sektor Kesehatan Gigi dalam Peningkatan akses pelayanan kesehatan dan gizi yang berkualitas bagi ibu dan anak"

Post a Comment